Senin, 13 April 2015

Kisetsu wa tsugitsugi shindeiku lyric

Kisetsu wa tsugitsugi shindeiku Zetsumei no koe ga kaze ni naru
Iromeku machi no yoenai otoko tsuki wo miagetara koko ja busui

Musim akan segera mati satu per satu, suara kematian pun menjadi angin
Di kota penuh warna, pria yang tak bisa mabuk. Tak indah untuk melihat rembulan di sini

Doro ni ashi mo tsureru seikatsu ni ame wa Alchohol no aji ga shita
Apathy na me de samayou machi de kyodou fushin no innocent eki mae ni kite

Hidup dimana kakiku terjebak dalam lumpur, rasa alkohol masih tersisa dalam hujan
Mata yang kelelahan, menerawang dalam kota di depan stasiun

Boku ga boku to yobu ni wa futashikana hantoumeina kage ga ikiteru fuu da
Ame ni utaeba kumo wa wareru ka nigiyakana natsu no hikarabita inochi da

Diriku memanggilku yang tak dapat dikenali, bayangna teembus pandang kini mendi hidup
Bernyanyi dalam hujan, akankah awan terbelah? Musim panas yang ramai terasa mengeringkan nyawa

Haikei imawashiki kako ni tsugu zetsuen no shi saitei na hibi no saiyaku na yume no
Zankai wo tsutete wa yukezu koko de ikitaeyou to

Salam, inilah syair penghancur masa lalu yang menjijikkan. Hari hari yang parah, impian yang buruk
Tak mampu kubendung, ku tinggalkan. Ku coba mati disini

Kousei hana wa saki kimi ni tsutau heisen no shi kunou ni mamirete nageki kanashimi
Soredemo todaenu uta ni hi wa sasazu to mo

Esok bunga pun mekar memberitahumu syair perubahan. Diriku menderika, meratapi kesedihan
Walau begitu laguku terus mengalun saat mentari tak terbit lagi

Ashita wa tsugi tsugi shindeiku isoite mo oitsukezu kako ni naru
Iki isoge bokura tomoru hi wa setsuna ikiru imi nado wa ato kara tsuku

Esok akan segera mati satu per satu, bergegas pun takkan tergapai, menjadi masa lalu
Kita hidup kerepotan, api menyala sesaat. Alasan mengapa kita hidup datang belakangan

Kimi ga kimi de iru ni wa futashikana fuanteina jiiga ga kimi wa kiraou to
Semete utaeba yami wa hareru ka negusareta yume ni azukatta inochi da

Dirimu yang tak pasti, selalu bertanya tanya. Ego yang tidak stabil, membuatmu membenci diri
Akhirnya ku bernyanyi, akankah kegelapan lenyap? Hidup berakar dari mimpi di telapak tangan

Tsukareta kao ni ashi wo hikizutte terikaesu yuuhi ni kao wo shikamete
Ikou ka modorou ka nayami wa suru kedo shibaraku sureba arukidasu senaka

Wajah yang kelelahan saat menyeret kaki, wajah berkerut itu terpantul di langit senja
Pergikah? Kembalikah? Ku pikir berulang kali. Aku mulai segera berjalan, menunjukkan punggungku

Sou da ikaneba naranu nani wa naku to mo ikiteiku no da
Bokura wa douse hirotta inochi da koko ni oiteku yo nakenashi no

Oh ya, ku harus tetap berjalan, walau tak ada apapun aku kan terus hidup
Kita hidup seperti apa yang telah kita ambil, kutinggalkan sesuatu yang kecil disini

Haikei ima wa naki kako wo omou boukyou no shi
saiteina hibi ga saiyaku na yume ga hajimari datta to omoeba zuibun tooku da

Salam inilah syair kenangan untuk masa lalu yang tak ada lagi
Hari hari yang parah, impian yang buruk kini telah di mulai, ku pun coba untuk menjauh

Douse hana wa chiri rinne no wa ni kaeru inochi
Kunou ni mamirete nageki kanashimi soredemo todaenu uta ni hi wa sasazu to mo

Bunga pun berjatuhan, nyawa telah kembali ke lingkaran kehidupan
Walau begitu laguku terus mengalun saat mentari tak terbit lagi

Kisetsu wa tsugitsugi ikikaeru

Musim akan embali hidup satu persatu


Tidak ada komentar:

Posting Komentar